Perjalanan 26 tahun, tak terasa usia sudah semakin tua. Kembali membaca literasi yang ada pada buku-buku di rak yang sudah lama sekali tidak disapa, agak membuat ku mual ketika memulai kembali membaca deretan-deretan kata di dalamnya. Ada kalimat yang masih terngiang, baru dan berbagai warna. Kembali beradaptasi menjadi hari-hari saat ini.

Kopi hitam khas bogor tanpa gula masih setia menemani, di atas meja samping kiri aku duduk saat ini. Tanpa brownies, tanpa pisang goreng, tanpa ubi rebus.

Sedangkan laptop masih menyala dengan tampilan desain yang juga belum selesai, ia seolah menatap diri yang masih berlagak serius dengan buku dihadapannya.

"Ajarkanlah anak-anakmu sastra, karena ia bisa merubah anak-anak pengecut menjadi pemberani." sebuah penggalan kutipan seorang sahabat yang namanya masuk pada do'a Nabi ketika masa itu, dakwah masih sembunyi-sembunyi. Ialah 'Umar ibn al-Khattab. Seorang yang memiliki perawakan yang kekar nan gagah, kecerdasannya menjadikan ia berwibawa tidak hanya pintar bersyair, juga sastra yang dimilikinya menjadi salah satu yang terbaik di tanah arab.

===

Terkadang, kebingunganku kembali ketika berpikir harus memulai dari mana, membaca buku apa dan bagaimana mengkajinya. 

- Tauhid

- Fiqh

- Sirah

- Qur'an

- Hadits

- Akhlak

- Mu'amalah

Kemudian kitab mana yang harus dikaji terlebih dahulu? Apakah kitab yang berhubungan dengan Fiqh atau tauhid? atau mu'amalah dan akhlak? atau, apa? Berbagai pertanyaan untuk sebuah pilihan pun menjadi sandiwara diantara pikiran dan jiwa. 

Kitab-kitab berbahasa arab gundul berjejer memenuhi rak buku, peninggalan dari almarhum bapak. Belum sempat ia wariskan berbagai ilmu yang ia dalami, juga buku-buku yang ada pada rak tersebut, Allah segera panggil ia. Semoga Allah tempatkan Almarhum Bapak ditempat terbaik, di sisiNya.

Kitab-kitab asing itu masih berjejer rapi, ukurannya yang tebal memberikan kesan intelektualitas sebuah ruangan yang tidak terlalu luas dan rak buku yang terbilang sangat sederhana.

Namun, yang aku tahu bahwa setiap muslim tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Setiap kita punya kesempatan, dan mohonlah agar Allah beri kesempatan itu, untuk memahamkan setiap ilmu Nya kepada kita, aku yang selama ini terbuai dengan cerita-cerita keindahan dunia yang semu.

Mari kita mulai kembali cerita itu, di semenanjung senja yang indah ku tuliskan berbagai harap dan rindu pada ahli 'ilmu dan semua orang sholih yang Allah karuniakan nikmat spesial, kepada para shiddiqquun, para Nabi, dan spesial bersama dengan Rasullullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.