Saya sempat berfikir, tentang Indonesia yang dijajah hingga lebih dari 3 abad oleh sebuah perusahaan bernama VOC.

Padahal indonesia sekali lagi, adalah suatu kawasan yang telah berdiri di dalamnya kerajaan-kerajaan yang sudah tentu memiliki sumber daya dan sistem pemerintahan serta tentara.

Lagi-lagi, ini soal akal sehat kita dalam merangkai kerangka berfikir agar generasi selanjutnya tidak terjebak oleh narasi sesat yang menjatuhkan harga diri bangsa.

Saya sepakat, bahwa hal yang salah harus diluruskan. Meskipun itu diluar nalar.

==============

Pertama, kita perlu membaca sejarah itu dari berbagai sumber. Karena setiap sumber memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Sehingga kita akan mendapatkan kesimpulan yang bijaksana.

Seperti halnya seorang tokoh yang semua orang mengkauinya sebagai seorang pahlawan, siapa yang tidak kenal Soekarno?

Seorang proklamator, yang ia hanya sebagian kecil dari kerangka perjuangan kemerdekaan. Karena masih banyak tokoh-tokoh lain yang menjadi bagian dari Bangunan kemerdekaan ini.

Mungkin kita pernah mendengar nama Haji Agus Salim, Muhammad Natsir, Sjahrih, Nyoto, Haji Omar Said Tjokroaminoto, Muhammad Hatta, Sayuti Melik, Ahmad Subarjo, Otto Iskandar Muda, dan lainnya..

Dalam hal ini, kita mengenal mereka satu sama lain saling mendukung dan juga memberi tanggapan, tidak sedikit dari mereka juga saling bersitegang untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta, Republik Indonesia.

Maka, membaca sejarah adalah sebuah keharusan bagi kita untuk mencerna dan memperbaiki negeri ini saat ini dan selanjutnya.

JejakAchev